Cara Elegan melarikan diri dari Kantor
Pertengahan 2019 saya putuskan untuk melarikan diri dengan “elegan” dari kantor, “2020, sekolah yuk!”
Kampus pilihan
Saat itu, saya riset salah dua kampus terbaik di negeri ini, plus satu kampus di Bali *iseng sih ini😁 dengan alasan sekalian piknik dan yaa kali aja bisa sekalian belajar Eng. Banyak ketemu penutur Eng barang kali bisa mendorong jiwa “pengen bisa juga”
Dan akhirnya saya memilih Maksi di UGM saja. Pertimbangan saya waktu itu, karena kesesuaian dengan Konsentrasi yang diinginkan, living cost, lingkungan, dan juga senang rasanya bisa ketemu dan belajar langsung dari orang-orang yang, dahulu kita tuh diajar pakai buku beliau-beliau. Idola!
last but not least, soal akreditas, Maksi UGM telah terakreditasi internasional ACSB *jualan gaes, wkwk
Sekali lagi ini masalah cocok-cocokan, bukan baik-kurang baik. Yang namanya cocok, ya tergantung persepsi dan inginnya kita.
Selain persyaratan administrasi seperti biasanya, Maksi FEB UGM mensyaratkan skor TPA Bappenas 500, TOEFL 475, dan esay proyeksi keinginan. Oh y, PAPs Dan AcEPT dapat dijadikan pengganti TPA Bappenas dan TOEFL. Lebih lengkap, syarat ketentuan mendaftar, dan biaya-biaya bisa dilihat di website Maksi FEB UGM.
Saya sendiri saat itu lebih memilih tes TPA Bappenas dan TOEFL, biar sekalian bisa digunakan untuk apply beasiswa. FYI, standar TOEFL untuk apply beasiswa lebih tinggi dibanding standar universitas.
Jika seluruh persyaratan sudah lengkap, kita bisa langsung mendaftar sebagai calon mahasiswa melalui https://um.ugm.ac.id
Hunting scholarship
Untuk "bekal" selama kuliah, saya melirik beasiswa LPDP dan Beasiswa Bappenas, dengan alasan spesifik, kemudian saya hanya bisa mencoba LPDP.
Begitulah drama-drama
hunting LPDP dimulai.
Beasiswa LPDP banyak
jenisnya, kita bisa mencoba jalur Reguler, Afirmasi, Jalur Indonesia
Timur, Targeted Group, etc, jadi mesti pintar-pintarlah melihat peluang.
Sempat terpikir oleh
saya untuk mendaftar lewat jalur Afirmasi *peluang lain yang saya punya*,
hanya karena ditahun-tahun sebelumnya, Postur APBD Pemkab di tempat saya menunjukkan Pendapatan
Dana Alokasi Khusus (DAK) – Afirmasi dalam rincian Dana Transfer Pemerintah
Pusat. “tempatku masih daerah afirmasi” pikir saya menyerigai😁
So, saran saya mending pilih jalur-jalur afirmasi, kalau kita memiliki kekhususan tertentu. Belakangan, teman kelas saya bilang, beliau waktu daftar LPDP juga memilih jalur Indonesia Timur, bukan Targeted Group, padahal beliau pegawai negeri. Yup, pertimbangan peluang, dan memang tidak menyalahi ketentuan.
Setalah browsing sana sini, alamak…di 2019, daerah saya sudah tidak termasuk dalam daftar daerah Afirmasi veri LPDP dan Kemendes PDTT, DAK Afirmasi-pun turut hilang dari postur APBD, bahkan sudah sejak 2017. Jadilah saya beralih ke list pilahan jalur berikutnya.
Perjalanan hunting saya mulai dengan mengikuti tes TPA dan TOEFL, sebelum pandemi Covid-19, tes ini hanya dilakukan secara offline, jadi untuk kita yang tinggal di daerah (luar Jawa) yang jarang bahkan tidak menyelenggarakan tes ini, mesti menyiapkan budget ekstra untuk transportasi dan akomodasi agar bisa mengakses tes ini (kemaren saya pake drama ketinggalan pesawat pula).
Sekarang sistemnya sudah lebih baik. Patut disyukuri, sisi positif dampak Covid-19 membuat banyak hal berubah, sekarang tes ini bisa kita ikuti secara online. Oh ya, informasi pendaftaran TPA Bappenas dan TOEFL bisa dilihat di https://koperasi.bappenas.go.id. Selain Bappenas, tes TOEFL bisa juga melalui penyelenggara resmi ITP lainnya yang dikelola IIEF (perwakilan ETS Indonesia), seperti IONs International Education Yogyakarta.
Setelah perjuangan panjang saya mempersiapkan segala persyaratan untuk apply LPDP, qadarullah saya tidak berjodoh sama LPDP
Dilema, mau lanjut heregistrasi sebagai mahasiswa atau mantepin beasiswa dulu, karena LPDP tidak bisa untuk mahasiswa on going.
Long short story, kenekatan saya membuahkan hasil manis, sepertinya ini takdir mu'allaq, iya takdir yang bisa diusahakan.
Jadi ingat kata bijak ini “dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku”- Umar bin Khatab.
M.Acc Life
Go to seminars, get a mentor, and learn from someone who
has what you want.
Kesannya serius yak?! Makanya penting juga punya teman pergi-pergi yang tetap kocak meski bahasannya suka “berat”.
Udah tau segitu hetiknya, dengan PDnya masih ngajuin sit in 2 kelas di konsentrasi lain.
Paling berkesan buat saya selama kuliah, sekelompok berdua sama Mas DJP satu ini yang terlampau kreatif, saya sampe ngapalin announcement before landing-nya Garuda Indonesia, take record 1 menit, ngakak 10 menit 😂 retake video sampe berkali-kali.
Kelas Forensik yang menyenangkan, dan kelas Akuntansi Sektor Publik (AkSP) dengan dosen yang sungguh menggembleng saya, kami. Mengubah beberapa perspektif, me-recall konsep dasar yang sering diabaikan saking biasa sama praktik sehari-hari, sungguh sangat filosofis, terlebih kalau mengulas terkait cara kita mengelola keuangan negara dengan "tujuan bernegara". Suka kagum ngikutin kelas ini, padahal selama kelas malah sering berasa "ditampar". Amaze!😭
Kelas AkSP ini paling banyak bonusnya. Dari semula sekali pertemuan dalam seminggu, jadinya 2 sampe 3 kali, kata Dosennya "kalian kan udah bayar mahal, jadi ta' kasih bonus". Malam sebelum kelas ini, kami biasanya meeting dulu, hahaha ngatur strategi ngadepin dosennya besok!
Other stories
Sangat, sangat saya syukuri bisa merasakan M.Acc life. Kemarin bisa kelar S1 aja butuh salto jungkir balik😂. Saya termasuk golongan orang yang kerja buat kuliah, disaat kebanyakan orang kuliah buat kerja. Jadi kuliah nyambi ini itu udah bukan masalah buat saya, sudah biasa.Beasiswa ga fully funding membuat M.Acc life lebih berwarna.
Jika saat itu saya memilih menunggu LPDP *dan lolos seleksi, wkwk pede*, mungkin saya akan leha-leha,
Mungkin ga rezeki ketemu teman2 yang sekarang, yang kocak, yang share pengalaman kerjaan mereka (which is leting saya lebih dari 50% udah kerja), yang ngasih remote job, yang ngajak join enumerator (dan akhirnya membawa saya ke beberapa daerah di Jawa-Bali),
Mungkin ga ketemu pembimbing tesis yang sekarang, dan belum tentu lulus sesuai waktu yang ditargetkan, dan mungkin-mungkin lainnya.
....رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ .... (QS 27:19)
Rabbi, terima kasih telah memberiku kesempatan bertemu banyak orang, melihat banyak tempat, dan mencium seribu satu bau kehidupan.
Comments
Post a Comment