Perjalanan ke Barat

Timeline maps saya hari itu mencatat jarak tempuh sejauh 2.484 mill dengan lama penerbangan 7hr 55 min, perjalanan kali ini dah nyaingin jauhnya perjalanan ke barat Biksu Tong dan Sun Go Kong pas nyari kitab suci๐Ÿ˜†
Berasa jauuuh banget.

Tanah Rencong, Aceh. Satu-satunta daerah di Indonesia yang berstatus Daerah Khusus (e.g Papua) sekaligus Daerah Istimewa (e.g DI Yogyakarta). Karena kekhususan dan keistimewaan itu, Aceh punya hak-hak otonomi luas, dalam hal agama lah ya yang paling kita kenal.

Cerita lucu pas pas mau naik pesawat Jakarta - Aceh, kaget liat semua flight attendants nya berselendang buat tutup kepala, pakaiannya ga kayak biasanya. Baru nyadar, "hey, ini kita kan mau ke aceh! lupa yaa?" Se-istimewa itu lho aceh.
Spontan merhatiin seisi pesawat, kali aja ada yang ga jilbaban juga. Biar ada temennya.
Posisi waktu itu saya pergi sama teman cewek non muslim, jadi langsung mengingat-ingat isi bagasi kabin saya, "jilbab, mana jilbab"๐Ÿ˜
bukan apa-apa sih ya, bagian dari menghargai adat istiadat tempat yang mau kita datangi.

Obrolan dengan Abang taxi dari bandara seru juga, ngomongin uniknya Aceh, cerita kejadian dan kondisi waktu tsunami 2004 silam, kopi khas Aceh yang lebih enak dari kopi gayo, sate gurita di sabang, sampai kenapa Aceh namanya sudah bukan Nanggroe Aceh Darusalam pun turut dibahas *kalau soal bahasan ini, sepertinya si abang agak tendensius
Oh ya, satu lagi uniknya Aceh, ga ada Bank Konvensional di sana sejak 2018.

Mampir ke Masjid Raya Baiturrahman dan Museum Negeri Aceh


(Foto 1) 6.54 PM masih secerah itu, bikin saya mikir "disini kayaknya wilayah ujung timurnya sebelah barat setelah Indonesia bagian barat"  bingung ga tuh ๐Ÿ˜‚
(Foto 2) 2x mampir kesini tetap aja ga sempat naik menara masjidnya, padahal view sunset dari menaranya ciamik 

Berdiri disana sambil membayangkan bahwa beberapa tahun yang lalu tempat ini penuh air dengan ketinggian berpuluh-puluh meter cukup membuat saya merinding. Sempat berpikir mau menikmati jingganya senja di Pantai Lhoknga, tapi baru membayangkannya saja sudah berasa seperti ditarik ombak *aahh lebay

Masjid ini termasuk bangunan bersejarah dan sudah jadi salah satu destinasi wisata, jadi pengunjung non muslim boleh berkunjung, dengan syarat menutup aurat tentunya. Sudah disiapin sarung/rok mukena di pintu masuk, kalau tutup kepala,  udah harus sadar diri aja pelesiran disana harus bawa tutup kepala, ada tempat-tempat tertentu yang memang mensyaratkan itu.


 
Ada Rumoh Aceh di kompleks Museum

Sebagai orang yang senang sama yang berbau heritage, datang ke museum ini saya jadikan list paling atas ketimbang datang ke museum-museum lainnya di Aceh (ada Musium Tsunami dan Museum PLTD Apung juga). Yang lain tak kalah menarik, tapi yang ini sungguh mempesona *ahaha apasih๐Ÿ˜…

Dari petugas museum saya jadi tau, ada pahlawan wanita asal Aceh yang lebih mengagumkan *perspektif pribadi* dari Cut Nyak Dien, Laksamana Keumalahayati.
Jadi tau juga Teuku Umar itu suaminya Cut Nyak Dien, Lhokseumawe sekarang adalah kerajaan samudera pasai dimasa lampau, filosofi bangunan Rumoh Aceh; makna dan peruntukan setiap bagian, anak tangga yang selalu ganjil, dan tradisi adat yang mewariskan rumah tuo/rumah keluarga kepada anak perempuan sulung. 

Waah nongkrong sambil ngopi gayo sama bapak-bapak ini sungguh membuka khasanah persejarahan lokal, wkwk. Jadi kangen dialek mereka.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Oh ya, seafood di Aceh tergolong murah. Sebagai pecinta seafood, pengen deh tinggal lama-lama disana. Mie aceh seafood udah include 2 kepiting sedang cuma 17ribu, hiks..pengen nangis, mo ka juga bawa pulang atau gosend ke kampung saya >,<
Sayang sekali, saya ga sempat mencoba sate gurita di Sabang.

 -------------------------------------------------------------------------------------------

Tapi ngomong2, bisa sampe ke Aceh tuh senang sekali rasanya, berasa udah keliling NKRI, setelah 2009 pernah numpang hidup di ujung timur indonesia, Merauke, dan nyentuh perbatasan Indonesia-Papua New Guinea.

" ... maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan" (Q.S 55:13)


Comments

Popular posts from this blog

Tax Planning or Tax Evasion? "sebuah pelajaran" dari Adaro.

Keliling NTT *maunya sih begitu ya

Badui Mates | Urang Kanekes.