S e n d u
Sesak.
Sampai tak bisa mendefinisikan dengan jelas apa yang sedang dirasa saat ini, sedih, ovt, dan perasan-perasaan yang membuat dada terasa sesak.
Segitu sesaknya... entahlah itu stres atau udah di level depresi
Segitu ovt nya sampai-sampai publish 4 postingan blog dalam seminggu, 6 postingan kurang dari sebulan, berlangganan 2 courses, kelas Yoga-Go, dan hari ini seharian mengecat beberapa bagian dalam rumah. Macem-macep saya lakuin buat ngalihin ovt.
Sendu . . . . . . .
Sempat berpikir "apakah doa kita salah??? Salah kah kita mendo'kan orang tua agar panjang umur??" Kita selalu mendoakan panjang umur dan sehat selalu, padahal kita sadari bahwa orang panjang umur (mungkin: tua) kemungkinan tidak akan selalu sehat.
entahlah.
Beberapa bulan terakhir keseringan ijin dari kantor dengan alasan "Papa sakit".
Sampai akhirnya tiba di titik seperti "melawan" takdir.
Rasanya itu level ikhtiar tertinggi yang pernah saya usahakan. Hari itu saya begitu keras kepala (bahkan sangat egois) untuk mengusahakan apa pun yang bisa diupayakan untuk Papa.
Saya cukup paham, kematian adalah takdir mubram. Sudah ditetapkan, tak bisa diusahakan selaknya takdir mu'alaq. Maksud hati hanyalah ingin berusaha, agar tak menyesal nanti.
Ditengah keluarga besar yang telah menandatangani penolakan rujukan karena kondisi yang dianggap sudah tidak memungkinkan, saya kuatkan hati dan putuskan "dirujuk saja" padahal saya sendiri cukup yakin umur beliau tidak akan sampai ke RS rujukan yang kami tuju *butuh waktu 3 jam perjalanan dari FKTP ke RS Rujukan.
Saya bahkan berpesan untuk menyiapkan kafan di rumah, sebelum kami berangkat.
Lagi, sebagai pasien ruangan High Care Unit (HCU), setelah sebelumnya pernah stay lebih dari sebulan di ruangan yang sama.
Saya sampai hafal model serta karakter dokter dan ners di sana.
Akrab melihat manuasia-manusia di jemput malaikat Jibril, sampai tak ingat berapa banyak.
Sedikit banyak saya trauma sama bunyi-bunyian alat bantu hidup.
Tidak ada seorang pun yang tau dengan pasti apa yang akan dia kerjakan besok. Begitu pula, tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. QS. 31:34
Andaikan hari itu beliau tidak dirujuk (padahal belum janji beliau untuk meninggalkan dunia ini), betapa tersiksanya kami melihat beliau tersiksa dalam keadaan tremor karena hipoglekimia, dan nyaris kehilangan kesadaran karena fungsi ginjal, pembengkakan jantung, enzim hati, dan infeksi paru😢
update: he passed away 20 days after i published this post
Comments
Post a Comment